Kamis, 26 November 2009

Panglima Jerman mundur terkait Afghanistan

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jerman dituduh menutup-nutupi kejadian di Aghanistan
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jerman dituduh menutup-nutupi kejadian di Aghanistan
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Jerman mengundurkan diri karena adanya tuduhan menutup-nutupi serangan udara NATO di Afganistan yang menimbulkan banyak korban.

Menurut Departemen Pertahanan, tindakan Wolfgang Schneiderhan itu menyusul laporan bahwa informasi penting mengenai serangan 4 September dirahasiakan.

Serangan tersebut, yang diperintahkan oleh seorang komandan Jerman, ditujukan pada dua tanki minyak yang dibajak oleh militan Taliban.

Namun puluhan warga sipil juga terbunuh akibat serangan yang terjadi di propinsi Kunduz, Afganistan utara itu.

Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg mengatakan kepada Parlemen bahwa Jenderal Gen Schneiderhan tidak memberikan informasi yang semestinya mengenai insiden itu dan 'membebaskan dirinya dari tugas atas permintannya sendiri'

Seorang pejabat tinggi lain di Departemen Pertahanan, Peter Wichert, juga telah mengundurkan diri.

Pengumuman itu dikeluarkan sementara Parlemen memperdebatkan apakah akan memperpanjang misi militer di Afganistan, padahal penentangan di dalam negeri terhadap keterlibatan Jerman dalam konflik bertambah keras.

Video Rahasia

Para pejuang Taliban membajak tanki-tanki minyak itu ketika sedang dalam perjalanan dari Tajikistan untuk memasok pasukan NATO di Kabul.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa para penduduk desa mengambil bahan bakar minyak dari tangki-tangki itu ketika serangan dilancarkan.

Tidak jelas berapa orang sebenarnya warga sipil yang tewas. Menurut Kelompok Pemantau Hak Asasi Indepenpen Afganistan jumlahnya mencapai 70 orang. Pemerintah Afganistan kemudian mengatakan paling sedikit 100 orang tewas, di antaranya terdapat 30 warga sipil.

Pengunduran diri itu diumumkan beberapa jam setelah surat kabar Jerman, Bild, menerbitkan satu laporan yang mengatakan bahwa informasi penting mengenai insiden tersebut tidak dirahasiakan.

Menyinggung masalah sebuah video militer yang dirahasiakan, dikatakannya video itu memperlihatkan bahwa komandan Jerman yang memerintahkan serangan tersebut, Kolonel Georg Klein, tidak bisa menepiskan kemungkinan adanya warga sipil di tempat kejadian sebelum ia mengambil tindakan.

Bild lebih lanjut mengungkapkan laporan tersebut membuktikan departemen pertahanan sudah diberitahu bahwa terdapat petunjuk yang jelas mengenai adanya korban sipil pada malam tanggal 4 September itu.

Namun suratkabar terbut mengungkapkan menteri pertahanan Franz Josef Jung terus-menerus menyatakan selama beberapa hari bahwa tidak terdapat bukti adanya sejumlah warga sipil yang tewas.

Belum jelas apakah Jung, yang sekarang memangku jabatan Menteri Tenaga Kerja setelah pemilihan bulan September, mengetahui laporan serta video tersebut.

Jerman menempatkan lebih dari 4 ribu tentara di Afganistan, merupakan kontingen ketiga terbesar setelah Amerika Serikat dan Inggris.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar