![]() | |
| Duka menyelimuti keluarga korban |
Sebelumnya, pasukan keamanan merazia kota di Mindanao Selatan yang selama ini dikuasai oleh keluarga Ampatuan.
Pembantaian itu berlangsung Senin (23/11/09) saat saingan politiknya tengah melintas dengan sejumlah kendaraan.
Kelompok ini, yang terlibat dalam pelaksanaan pemilu 2010 kemudian dibawa ke sebuah bukit terpencil, ditembak dalam jarak dekat dan mayatnya dikubur di tanah dangkal.
Dibawa helikopter
Menteri Dalam Negeri Ronaldo Puno mengatakan Ampatuan Jr dibawa dengan menggunakan helikopter dari kampung halamannya di Provinsi Maguindanao pada Kamis pagi ke ibukota Manila untuk dilakukan pemeriksaan.
![]() | |
Polisi dilaporkan telah melumpuhkan sekitar 200 anggota pasukan milisi pimpinan Ampatuan Jr yang juga merupakan Walikota di Maguindanao, dan menahan sejumlah orang lainnya.
Meskipun sejumlah anggota keluarga Ampatuan dikenal sebagai sekutu Presiden Gloria Arroyo, tapi mereka sudah dinyatakan dikeluarkan dari partainya sejak peristiwa pembunuhan tersebut.
Presiden Arroyo, yang sebelumnya mengumumkan hari berkabung nasional, menjanjikan kalau para pembunuh itu tidak akan lolos dari pengadilan.
Laporan BBC di Manila menyebut, keluarga Ampatuan selama ini memang memiliki perseteruan abadi dengan Mangudadatu, keluarga saingannya yang ingin menantang mereka dalam Pemilu nasional maupun lokal.
Diantara korban yang meninggal terdapat istri Mangudadatu, dua saudara perempuan dan sejumlah pendukung setianya, termasuk diantaranya adalah 13 orang wartawan yang akan meliput pendaftaran Mangudadatu di pemilihan lokal.
Pengamat mengatakan keluarga Ampatuan telah memerintah kota Maguindanao selama puluhan tahun.
Andal Ampatuan Snr pernah menjabat sebagai anggota Kongres Filipina dan memenangi pemilihan Gubernur di Maguindanao dan berkuasa tanpa ada saingan untuk beberapa periode.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar